"janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa". (QS Al-Maaidah: 8)
Tampilkan postingan dengan label Sedekah Atau Riba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sedekah Atau Riba. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Mei 2015
Minggu, 24 Mei 2015
RIBA DI SEKITAR KITA
Kehidupan terus berputar. Sama seperti berputarnya bumi dan bulan mengitari matahari. Demikian juga kehidupan manusia. Terus menerus setiap hari sepanjang hidupnya berubah. Dari bayi menjadi anak-anak, dari masa anak-anak menjadi dewasa. Hanya satu yang seharusnya tidak boleh berubah, yaitu keistiqomahan dalam menaati segala aturan Alloh berupa perintah dan larangan.
Sunatulloh, Alloh menetapkan taqdir manusia ada yang kaya dan miskin. Ada yang jadi konglomerat, namun ada juga kaum melarat. Ada yang serba berkecukupan, ada juga yang selalu kekurangan. Satu hal yang harus dipahami bahwa rizqi termasuk harta benda, semata dari Alloh asalnya. Bukan dari pemerintah, majikan, pengusaha maupun yang lainnya. Karena Allohlah sang pemberi, maka tak akan pernah mempertanyakan pada manusia, seberapa banyak harta yang dimiliki. Tidak ada hisab atas miskin kayanya seseorang. Alloh hanya akan meminta pertanggungjawaban tentang darimana seseorang mendapatkan harta dan untuk apa harta tersebut digunakan. Apakah sesuai panduan dalam AlQuran dan Assunah atau justru bertentangan.
Nabi SAW bersabda, ”Tidak bergeser kaki seorang hamba sehingga ia akan ditanya tentang empat perkara (yaitu):(1) Tentang umurnya untuk apa ia habiskan? (2) Tentang ilmunya untuk apa ia amalkan? (3)Tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan? dan (4) Tentang badannya untuk apa ia gunakan? (HR.At-Tirmidzî).
Kehidupan di era kapitalistik seperti sekarang ini, kadang membuat silau mereka yang tidak kuat menggenggam keimanan. Apalagi ditambah gaya hidup hedonis yang setiap hari disuguhkan di layar televisi. Kehidupan super mewah kalangan artis dan jet set yang tidak henti-hentinya diberitakan dalam infotainment, sedikit banyak telah mempengaruhi pemikiran orang untuk bisa merasakan“nikmatnya”hidup seperti mereka. Mendorong orang untuk memiliki harta sebanyak mungkin. Menjadikan orang ingin kaya juga dan merasakan hidup wah serta bergelimpang harta. Mengubah mindset bahwa bahagia itu hanya jika banyak harta. Ingin penuh harta agar semua kebutuhan dan keinginan bisa terpuaskan. Hingga akhirnya segala cara ditempuh untuk mendapatkan harta kekayaan. Tak peduli lagi halal haram. Benar salah, boleh atau tidak menurut aturan Sang Pemilik Jiwa. Bahkan kemudian muncul slogan menyesatkan,”muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk syurga.”
Tak heran, bila angka kriminal di masyarakat semakin meningkat dari waktu ke waktu. Banyak bermunculan manusia-manusia yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh harta. Mulai dari koruptor, pencuri, pelacur, rentenir, perampok, pengedar narkoba dan lain-lain perbuatan terlarang agama.
Wakabareskrim, Irjen Pol Saud Usman memaparkan bahwa setiap satu menit dan 31 detik terjadi satu kejahatan di Indonesia selama tahun 2012 dengan jumlah kejahatan di tahun 2012, sampai Nopember 2012 mencapai 316.500. ( Suara Pembaruan, (26/12/2012)).
Kejahatan yang menonjol di tahun 2012 yakni kasus perampokan. Aksi pencurian dan kekerasan ini makin merajalela yaitu sebanyak 1.094 kasus, meningkat 159 kasus atau 17,00 persen dibanding tahun 2011 yang berjumlah 925 kasus. (Wartakotalive.com, 02/01/2013)
Berdasarkan data-data di atas, tampak perilaku bahwa kejahatan ujungnya adalah untuk memperoleh harta. Memiliki harta dengan cara instan meski harus menentang perintah Tuhannya. Benar sekali ucapan Rosulullah,”Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada fitnah, dan sesungguhnya fitnah bagi umatku adalah harta” (HR At-Tirmidzî, no. 2336).
Berbagai macam cara“modern”memperoleh harta kekayaan pun bermunculan di zaman sekarang. Cara-cara yang seolah elegan padahal mengandung racun mematikan. Cara yang terlihat“pintar”padahal hakikatnya dosa. Cara yang kebanyakan dilakukan oleh orang yang sesungguhnya telah“berpunya”tapi hawa nafsunya mendominasi untuk terus memupuk materi. Cara yang sebagian besar ditempuh oleh orang yang sebenarnya berpendidikan. Mulai dari berbagai kredit motor, mobil, perabotan dan rumah. Perusahaan leasing motor dan mobil bermunculan bak jamur di musim penghujan. Uang muka yang rendah, bunga ringan dan cicilan berjangka panjang telah menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat. Mereka yang sebenarnya sudah punya kendaraan dirangsang untuk beli lagi. Sudah punya satu pingin dua, demikian seterusnya. Begitu pula dengan kredit pemilikan rumah baik melalui bank konvensional maupun bank syariah. Banyak yang sebenarnya sudah punya rumah, tapi tidak cukup satu saja. Masih ingin lagi dan lagi.
Belum lagi penawaran kredit uang langsung tunai, dengan bunga rendah. Juga adanya produk kartu kredit, menjadikan akses menambah harta dengan berhutang disertai bunga tertentu semakin mudah dilakukan. Hutang dalam sistem kapitalis telah menjadi hal teramat biasa. Hutang tak lagi karena kepepet untuk memenuhi kebutuhan pokok yang menentukan hidup matinya seseorang. Hutang telah menjadi bagian dari life style bahkan untuk orang kaya sekalipun. Masyarakat semakin terbuai dan terhipnotis untuk semakin memperkaya diri dan lupa rambu-rambu agama. Merasa bangga dan terhormat bisa memiliki harta walau dari hasil hutang ke bank/rentenir. Gengsi bila tak punya apa-apa dan takut ketahuan miskin. Seolah beranggapan bahwa ketika hampir semua orang terlibat“bunga bank”, maka hal itu menjadi sesuatu yang benar. Sama sekali bukan kesalahan dan berdosa. Lupa dengan seruan Alloh sebagai berikut,”Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Al-Baqarah: 275)
Riba dengan segala bentuknya adalah haram dan termasuk dosa besar, dengan dasar Al-Qur`an, As-Sunnah, dan ijma’ ulama.
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (QS Al-Baqarah: 275).
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan shadaqah.” (QS Al-Baqarah: 276).
Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda, “Jauhilah tujuh hal yang membinasakan.” Para sahabat bertanya, “Apa itu, ya Rasulullah?” Jawab Beliau, “(Pertama) melakukan kemusyrikan kepada Allah, (kedua) sihir, (ketiga) membunuh jiwa yang telah haramkan kecuali dengan cara yang haq, (keempat) makan riba, (kelima) makan harta anak yatim, (keenam) melarikan diri pada hari pertemuan dua pasukan, dan (ketujuh) menuduh berzina perempuan baik-baik yang tidak tahu menahu tentang urusan ini dan beriman kepada Allah.” (Muttafaqun ‘alaih: Fathul Bari V: 393 no: 2766, Muslim I: 92 no: 89, ‘Aunul Ma’bud VIII: 77 no: 2857 dan Nasa’i VI: 257).
Dari Jabir ra, ia berkata. “Rasulullah saw melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, dua saksinya dan penulisnya.” Dan Beliau bersabda, “Mereka semua sama.” (Shahih: Mukhtasar Muslim no: 955, Shahihul Jami’us Shaghir no: 5090 dan Muslim III: 1219 no: 1598).
Dari Ibnu Mas’ud ra bahwa Nabi saw bersabda, “Riba itu mempunyai tujuh puluh tiga pintu, yang paling ringan (dosanya) seperti seorang anak menyetubuhi ibunya.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 3539 dan Mustadrak Hakim II: 37).
Dari Hanzhalah Radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Satu dirham yang didapatkan dari transaksi riba lantas dimanfaatkan oleh seseorang dalam keadaan dia mengetahui bahwa itu berasal dari riba dosanya lebih ngeri dari pada berzina sebanyak tiga puluh enam kali” [HR Ahmad no 22008].
Dengan berbagai dalil tersebut di atas lebih dari cukup kiranya untuk umat Islam tidak terjebak riba dengan berbagai”bungkus”dan“kemasan” indah menipu mata. Saatnya cinta perlu pembuktian. Jika benar cinta Alloh, maka akan menaatiNya apapun resiko dan konsekuensi yang dihadapi sekalipun kemiskinan di hadapan mata. Bila betul hanya takut pada Alloh, pasti akan mengikatkan hati, pemikiran, ucapan dan perilaku hanya pada aturan Alloh. Istiqomah menggenggam hukum syara.
Saatnya evaluasi diri. Jangan sampai diri termasuk orang-orang yang dengan sadar memilih terlibat aktif dalam ribawi. Jangan pernah meremehkan sekecil apapun usaha maksimal kita untuk terlepas dari riba. Ada Roqib Atid yang tidak akan pernah keliru menulis catatan amal tiap individu. Tentu berbeda catatannya antara orang-orang yang memilih berhutang ke bank dengan yang tidak. Pasti berbeda penilaian Alloh, antara orang-orang yang lebih memilih sabar hidup hanya bisa jadi kontraktor alias penyewa rumah, dengan mereka yang memilih beli rumah dengan cara KPR yang nyata-nyata bathil. Sudah tentu juga berbeda antara mereka yang lebih memilih kemana-mana naik sepeda ontel bahkan jalan kaki dengan mereka yang berkendaraan ria dari hasil kredit riba/leasing. Pasti berbeda, antara mereka yang sabar atas kemiskinannya, dengan mereka yang melakukan dalih pembenaran atas pilihan perbuatan ribawi dan“menyalahkan saudara sesama muslimnya”yang tidak mau menolong saat saudaranya dalam kemiskinan. Tentu berbeda, antara mereka yang lebih memilih mengayomi anak istri di gubug reot daripada di rumah hasil kredit ke bank. Amat pasti berbeda, antara mereka yang memberi makan anak istri dengan menjadi kuli, daripada mereka yang menjadi pungli. Sebab, dosa sekecil apapun ternyata adalah pintu masuk bagi dosa / maksiat lain yang mungkin lebih besar bila tak segera bertobat.
Bila rasa malu adalah karena Alloh, maka akan menjadi bagian yang melekat kuat dan menyatu dalam aliran darah manusia. Ia tak mungkin akan memilih jalan dosa yang bertentangan dengan perintah Alloh, termasuk dalam mendapatkan harta. Mungkin manusia lain tak tahu darimana harta kita diperoleh, tapi malu lah pada Alloh yang Maha Melihat. Apalagi bagi aktifis dakwah, atau mereka yang rutin mengkaji kitab. Harus lebih hati-hati dan istiqomah dengan ilmu yang didapat.
Tidak lucu dan sangat aneh rasanya, aktifitasnya adalah amar maruf nahi munkar, dengan lantang menyerukan penerapan syariat Islam saat turun ke jalan, kala mengikuti konferensi atau muktamar, tapi harta yang dipunyai diperoleh dengan cara terlarang. Misalnya dari hasil kerja di lembaga batil seperti bank atau asuransi yang dipahami oleh kelompoknya sebagai sesuatu yang haram. Atau bahkan rumah tempat tinggalnya diperoleh melalui KPR bank. Kendaraan yang digunakan untuk berdakwah kesana kemari dari hasil aqad bathil. Sama saja dengan Jarkoni, atawa bisa berujar gak bisa melakoni. Gak berbeda dengan Nato alias no action talk only.
Benar sekali sabda rosulullah, “Sungguh akan datang pada manusia suatu masa (ketika) tiada seorangpun di antara mereka yang tidak akan memakan (harta) riba. Siapa saja yang (berusaha) tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya,” (HR Ibnu Majah, hadits No.2278 dan Sunan Abu Dawud, hadits No.3331; dari Abu Hurairah).
Dari hadis di atas, semoga kala masa itu tiba, umat Islam hanya memilih terkena debunya saja. Bukan memilih sebagai pemakan riba. Karena pasti tidak sama antara menjadi pelaku aktif dengan“korban”yang tidak bisa menghindari debu yang bebas berterbangan. Sama ketika kita bepergian ke luar rumah, debu yang menempel datang dengan sendirinya. Tak kuasa ditolak. InsyaAlloh tidak ada hisab atas debu yang mengenai kita. Hisab adalah atas untuk kepentingan apa kita bepergian keluar rumah. Debu masih bisa dibersihkan. Masih bisa dihindari agar tidak terlalu banyak melekat di kulit dengan penutup aurat sempurna. Wallohu’alam.
Yang pasti selama manusia masih hidup pintu taubat selalu terbuka. Yang penting selalu maksimal istiqomah menetapi kebenaran, senantiasa mengikatkan hati, lisan, pikiran dan perbuatan pada hukum Alloh. Saatnya Cinta pada Alloh perlu pembuktian.
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka permaklumkanlah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kami tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS Al-Baqarah: 278-279).
Minggu, 30 September 2012
RAHASIA KEBERUNTUNGAN
Ini adalah salah satu bagian paling menyenangkan dari pelajaran hidup sukses kita. Di mana kita belajar apa sebenarnya rahasia mereka yang selalu beruntung dan hoki itu.
Rahasia keberuntungan yang kita sendiri pun kemudian bisa menerapkannya dan menjadi orang yang memiliki nasib baik di setiap kesempatan.
Anda pernah menang undian, menemukan uang di pinggir jalan, dapat door-prize atau hadiah tanpa ikut lomba, bisa pesiar ke luar negeri gratis?
Apa, belum pernah mengalami?
Atau malah sebaliknya? Anda sering banget apes, sial atau celaka?
Lagi, buru-buru ke kantor, ban kempes di jalan yang sepi. Uang yang ditaruh di laci atau dompet dicuri orang. Di kendaraan umum kecopetan, dijambret atau ditodong. Anak sakit-sakitan. Di kantor, pas Anda melakukan satu kesalahan, pas ketahuan. Kalau yang lain yang salah, lolos-lolos saja. Usaha tidak maju-maju, jualan gak pernah laku. Kerja gak juga naik pangkat, dilangkahi sama orang baru melulu.
Dan 'apes-apes' lainnya, yang intinya Anda sering tertimpa musibah atau kerepotan, meski kecil-kecilan. Lebih-lebih lagi bila musibahnya besar.
Wah, wah, wah, hati-hati itu, itu bisa berarti sebuah pertanda, bahwa sudah saatnya Anda tahu satu rahasia ini.
Keberuntungan atau good luck tampaknya seperti suatu faktor acak (random) yang tidak bisa diperkirakan. Begitu juga bad luck, bisa datang kapan saja, tanpa permisi.
Betul? Anda juga berpikir begini? Kalau begitu, Anda benar harus membaca pelajaran berikut tentang rahasia keberuntungan ini.
Sebenarnya nasib baik atau buruk bukanlah sesuatu yang tidak memiliki pola, datang menyerang siapa saja, semau-maunya. Bukan.
Apalagi bila kita mengaku beriman, bukankan prinsip hidup kita adalah bahwa segala sesuatunya telah ada yang mengatur? Kejadian baik atau buruk yang menimpa kita, bukankah sudah ditetapkan-Nya?
Rahasia Keberuntungan
Jadi apa sih rahasia keberuntungan itu?Apa benar kita akan beruntung bila menemukan "daun semanggi berhelai 4"?
"He.. he.. he... ya nggak, lah. Itu sih cuma takhayul."
Kalau mau tahu rahasia keberuntungan yang sesungguhnya, ini dia ....
Ada satu cara atau rahasia yang bisa Anda terapkan untuk memastikan bahwa nasib baik yang selama ini tidak pernah menghampiri Anda, bisa jadi sahabat Anda mulai sekarang.
Rahasia keberuntungan besar yang sama dengan yang akan membukakan pintu kesuksesan Anda, yaitu... MEMBERI...
Ya, memberi-lah yang masih menjadi kunci jawaban untuk mengatasi semua "kesialan" dan masalah dalam hidup kita.
Memberi akan mengobati semua permasalahan 'keapesan' Anda dan mengubahnya menjadi aliran 'good luck' yang tiada habisnya.
Memberi bisa menjadikan Anda orang paling beruntung (paling 'lucky dan 'hoki') di dunia dalam waktu sekejap, tanpa harus memakai jimat, mantra, jampi-jampi atau apapun yang berbau gaib-gaib dan supra-natural.
(Percaya sama saya, kalau Anda mendapat email berantai yang mengatakan Anda akan celaka kalau tidak menyebarkannya ke sekian orang, dan akan beruntung kalau melakukannya, langsung delete atau hapus saja email tersebut. Karena di sini saya akan ajarkan pada Anda satu 'ajian tolak bala'' paling ampuh sedunia).
Memberi itulah rahasia keberuntungan itu. Memberi memiliki kekuatan ajaib dalam membuka aliran nasib baik ke dalam hidup Anda. Bagaimana pasalnya?
Ini karena, sama seperti sebelumnya, memberi sudah dijamin oleh hukum tenfold return (imbalan sepuluh kali lipat) yang menyertainya.
Hukum ten-fold return inilah yang sekali lagi membuat memberi menjadi senjata ampuh memerangi segala keapesan hidup dan sebaliknya mengharuskan kita menjadi orang yang beruntung bila kita memberi.
Lengkapnya begini.
Memberi = aji tolak bala' super ampuh
Tuhan sudah berjanji akan memberikan imbalan (paling sedikit) sepuluh kali lipat terhadap semua pemberian yang telah kita lakukan, bukan?
Dan kita percaya janji Tuhan tidak akan meleset. Sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur'an:
"Sesungguhnya janji Allah adalah selalu benar...,"
Surat Luqman: 33).
Surat Luqman: 33).
Jadi, ketika Anda memberi seseorang uang, katakan, sejumlah Rp. 100.000,-, maka Tuhan harus mengembalikannya kepada Anda sejumlah Rp. 1.000.000,-, ya bukan?
(Sepuluh kali lipatnya, ingat? Itu sebabnya di pelajaran tentang rahasia sukses terbesar saya mengatakan bahwa hukum imbalan sepuluh kali lipat ini perlu dipakai untuk membantu kita mencerna rahasia ini dengan lebih mudah).
Bila Anda berpenghasilan kecil, uang 1 juta itu akan terlihat sangat besar dan bagai rejeki nomplok, bukan? Tapi, Tuhan memang harus dan pasti menciptakan cara untuk mengembalikannya kepada Anda yang telah memberi, sesuai janji-NYA tadi.
Nah, cara yang Tuhan tempuh untuk membalas pemberian Anda inilah yang akan menjadi sumber keberuntungan Anda.
Pertama, karena cara-NYA biasanya sangat kreatif dan tidak terbayangkan oleh kita.
Kedua, karena jumlah yang dikembalikan ke kita jadi sangat besar, sehingga terlihat seperti rejeki nomplok.
Katakan Anda seorang pengangguran, tetapi Anda rutin memberi setiap bulannya Rp. 100.000,- entah bagaimana caranya. Dan ini berarti bahwa Tuhan akan segera menciptakan cara untuk memberikan Anda 10 kali 100 ribu tadi, atau Rp. 1 juta, setiap bulannya.
Maka, itu berarti Tuhan mau tidak mau harus memberi Anda sebuah pekerjaan, atau sumber penghasilan lain, atau menjadikan Anda orang yang selalu beruntung, misalnya Anda jadi bisa memenangkan undian, mendapatkan hadiah, menemukan uang, mendapat proyek, dibantu orang dan sebagainya, agar uang 1 juta rupiah tadi bisa mencapai Anda kembali.
Di mata kita itu sebuah keberuntungan bukan, seorang pengangguran mendapat 1 juta rupiah (halal) tiap bulannya, dengan cara yang bermacam-macam?
Masuk akal?
Saya berani menjamin, metode ini ampuh, karena sayalah bukti nyata bahwa memberi adalah rahasia keberuntungan.
Apes karena pelit
Tapi ternyata, semakin pelit saya, semakin sering apes-lah saya.
Bayangkan, saya pernah belanja di supermarket dan di situ saya dituduh mencopet sehingga harus digiring dan digeledah satpam di kantornya. Apa bukan sial itu? Memang saya tidak bersalah dan mereka kemudian meminta maaf akan insiden tersebut, tapi bukankah itu sebuah kesialan?
Saya pernah kehilangan kamera digital mahal yang baru sebulan saya beli dengan nyicil di kartu kredit selama setahun. Tuh, apa bukan bonyok itu namanya? Bayar cicilan tetap jalan, tapi barangnya sudah raib entah ke mana.
Saya pernah kecopetan seluruh uang gajian satu bulan yang baru saja saya terima sejam sebelumnya, bersama uang arisan teman kantor yang saya pegang. Hp dicuri orang. Komputer kesambar petir dan kebakar. Anak keserempet mobil. Suami tabrakan. Dan sebagainya.
Pokoknya, kalau saya rinci semua ke'celaka'an yang saya alami DAHULU sebelum saya tahu rahasia ini, mungkin satu website penuh ini tidak cukup, dan nama situsnya akan terpaksa saya ganti jadi APES he...he..he.
Anehnya, saya tidak juga ngeh akan kondisi ini meskipun sering kali saya mendengar nasehat bernada guyon, "Wah kamu itu kurang sedekah....". (See, this is not really a secret sebenarnya, karena sudah ada orang-orang bijak dan bermata hati jernih yang tahu. Tapi orang kebanyakan, saya yakin, adalah seperti saya ini, yang gak dong..dong juga kalau tidak ditunjukkan di depan matanya).
Memang benar, kuncinya adalah memberi. (Saya gunakan istilah memberi, karena kata ini, sekali lagi, artinya jauh lebih luas dari sedekah. Sedekah hanya satu jenis saja dari makna memberi yang luas sekali).
Syetan menakut-nakuti kamu dengan
kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan dan karunia.
Dan Allah Maha Luas karunia-Nya (balasan yang baik dari-Nya)....
~
Qur'an: Al-Baqarah: 268
~
UntungTerus dengan memberi
Sejak saya praktekkan memberi secara rutin, saya merasakan nasib saya berubah 180 derajat.
Mula-mula aliran kran rejeki saya kecil. Tapi seiring semakin rutin dan semakin besarnya jumlah yang saya berikan, entah itu dalam bentuk zakat harta yang saya bayar tiap bulannya, tidak menunggu setahun, sedekah, infak, hadiah dsb., semakin banyak pula yang kembali kepada saya. Makin besar jumlah 'kejutan-kejutan' yang saya terima.
Berikut, daftar keberuntungan saya, yang memang lebih pantas dipajang di sini, mengingat nama website ini adalah SUKSESTOTAL.com.
(Saya harap ini memberi Anda inspirasi dan 'keberanian' untuk memberi. Karena, memberi itu bisa menakutkan, lho. Bayangkan, uang Anda tinggal Rp.50.000, untuk belanja, transport dan uang saku anak hari ini. Lalu ada orang yang meminta bantuan untuk apapun sejumlah itu. Akan beranikah Anda memberikannya, kalau itu uang terakhir Anda? Atau seperti skenario putri Nabi, Fatimah, yang hanya punya satu harta berharga, beranikah Anda memberikannya kepada seorang pengemis tidak dikenal? Atau skenario-skenario lain yang mirip seperti ini.
Ya, memberi bisa menakutkan. Jadi mudah-mudahan, bila Anda membaca apa saja yang sudah bisa saya capai dengan cuma bermodalkan "memberi" ini, Anda bisa kembali berani mempercayai "PENJAGAAN" Tuhan.)
Oh ya, semua keberuntungan yang terjadi pada saya ini, bukan terjadi dalam kurun waktu lama, lho. Semua ini terjadi hanya dalam waktu beberapa tahun (4-5 tahun) saja sejak saya mengetahui & menerapkan rahasia ini.
- Saya pernah mendapatkan doorprize-doorprize dan hadiah undian seperti berikut ini, TV warna 14 inch (2x), rice cooker (3x), kipas angin (2x), DVD player, lemari buku, meja komputer, voucher belanja sebuah Supermarket Rp 500.000 (juga 2x), voucher toko buku (tidak terhitung lagi sering dan banyaknya), jam tangan mahal, presto cooker, scooter anak, tiket Pesawat GARUDA Jakarta-Yogyakarta PP (hadiah doorprize utama). (Hampir semua peralatan rumah tangga saya adalah hasil hadiah.)
- Saya pernah menemukan selembar uang Rp 50.000,- di dalam sebutir kacang dari sebungkus kacang asin yang saya beli. (Padahal, saya tidak sengaja dan tidak pernah sebelumnya membeli kacang asin merk itu.
- Suatu saat saya sedang lari pagi, selembar uang Rp.100.00an tertiup angin dan terbang ke arah saya, entah dari mana. (Mirip film atau sinetron ya? Tapi ini benar.)
- Saya pernah mendapat pengembalian uang pajak yang jumlahnya besar dan tanpa terduga sama sekali sekali.
- Setiap anak saya ulang tahun (sampai sekarang), seorang teman dari luar negeri yang telah kembali ke negaranya bertahun lalu, masih dengan rutin mengirimkan hadiah ulang tahun berupa baju, mainan, buku dan sepatu anak yang bagus dan mahal-mahal.
- Saya sering sekali diundang makan-makan di restoran dan hotel mahal, gratis. (Makanan termahal yang pernah saya nikmati sampai saat ini adalah semangkok sup jamur seharga US $ 68 (Baru satu jenis makanan saja). Dengan nilai tukar dollar AS lebih dari 12.000 ribu rupiah saat itu, saya sampai nyaris keceplosan untuk minta mentahnya saja...he...he..he.)
- Paling tidak sudah 4 kali saya mendapat kesempatan pesiar (jalan-jalan) ke luar negeri dengan gratis, tis... semua dibayari dan malah diberi uang saku.
- Saya pernah dikirimi hadiah ulang tahun oleh seorang teman lain lagi (padahal saya tidak merayakannya), berupa uang sejumlah 1800 dollar Australia, dengan nilai tukar saat itu Rp.8.500,- per dollarnya (atau lebih dari 15 juta rupiah setelah dikurs-kan).
- Pernah ketika saya mengalami masalah dan tidak tahu lagi harus bagaimana karena uang yang saya butuhkan besar sekali (puluhan juta rupiah), ada saudara saya yang datang mengulurkan pertolongannya, tanpa saya harus meminta sama sekali....:-)
- Saya sering mendapat tiket gratis menonton konser dan pertunjukkan mahal seperti Balet Rusia, pementasan teater, acrobat China, dsb..
- Di pekerjaan saya, saya pernah mengalami
kenaikan gaji 100% hanya dalam tempo satu tahun. Dan ini terjadi
paling tidak 4 kali. Katakan, pertama kali saya bekerja gaji saya
800 ribu, tahun berikutnya 1,6 juta. Eh, tahun berikutnya,
diberi lagi kenaikan gaji 100% jadi 3,2 juta. Dan sekarang ini, gaji
saya juga sudah berlipat 2 kali lagi, jadi 6,4 juta
perbulannya. (Harap dicatat, angka ini hanya ilustrasi saja bukan
jumlah gaji saya yang sebenarnya).
Coba kalau bukan beruntung, apa ini namanya? Kenaikan gaji 100 - 200 ribu perak pertahun itu sudah biasa. Tapi kenaikan dua kali lipat dari gaji yang ada, luar biasa bukan? - Yang tidak kalah pentingnya, sejak rutin memberi kami sekeluarga lebih banyak sehat sentosa-nya. Musim boleh berganti, kesehatan kami tetap terjaga (walau di rumah saya ada 3 orang anak kecil yang biasanya rentan penyakit). Alhamdullilah. (Bukankah ada yang bilang, kesehatan itu harta dan rejeki paling berharga?).
Alhamdullilah...alhamdulillah...alhamdulillah...
Thank you, thank you, thank you, God, for all Your blessings, guidance, protection, and everything.
PENTING
Jangan salah sangka. Saya membuat daftar keberuntungan saya di atas bukan dengan tujuan pamer atau takabur (sombong). Sama sekali bukan.3X.
Seperti sudah saya katakan, tujuan pertama saya adalah untuk memotivasi Anda agar tidak takut memberi. Untuk meyakinkan Anda bahwa MEMBERI itu "MENGHASILKAN", bahwa memberilah rahasia keberuntungan hidup itu.
saya juga ingin membuka mata Anda bahwa apa yang saya ceramahkan ke Anda selama ini itu benar adanya. Saya salah satu bukti nyatanya.
Dan barang apa saja yang kamu
nafkahkan, maka Allah pasti akan menggantinya dan DIA-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.
Tujuan kedua, untuk membuktikan betapa beragamnya cara yang Tuhan
tempuh untuk mengembalikan pemberian kita, dengan berlipat ganda,
dan membuat Anda orang yang selalu beruntung.
~ Q
ur'an: Surat Saba': 39 ~
TUHAN itu sangat kreatif (ya iyalah, kan DIA sang MAHA Kreatif alias OUR CREATOR). Jadi seringkali cara yang dipakai-NYA untuk membalas kita juga unik dan luar biasa.
Nah, inilah yang membuat kita terus-menerus mengalami nasib baik atau keberuntungan, selama kita terus memberi.
Karena, sekali lagi, selama Anda terus memberi, Tuhan akan harus terus menciptakan cara dan sarana untuk membuat pemberian kita tadi kembali kepada kita.
- Bisa jadi DIA akan menghindarkan kita dari segala macam bencana, musibah, kecelakaan, penyakit atau gangguan kesehatan lainnya yang menghabiskan harta.
- Bisa jadi DIA akan mengangkat kesedihan, kedukaan dan kedepresian dalam hidup kita sehingga kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar biaya konseling psikiater yang mahal.
- Bisa jadi juga DIA akan mengubah suatu sistem di tempat kerja (misalnya perubahan sistem penggajian) atau bahkan di level negara (seperti perubahan perhitungan pajak yang saya alami) untuk memungkinkan kita mendapat limpahan rejeki.
- Atau DIA akan menggerakkan hati orang untuk menolong kita, memberi kita hadiah, bantuan, perhatian dan persahabatan.
- Atau Dia akan menjauhkan dan menjaga kita dari orang-orang yang bisa membawa keburukan dan hanya akan merugikan kita, seperti penjahat, orang yang mangajak berbuat sesat, atau semua mereka yang punya niat tidak baik pada kita
- Bila kita karyawan, perusahaan kita akan dimajukan dan dijaga kelangsungan hidupnya, agar sumber penghasilan kita juga terus terjaga.
- Bila kita wirausahawan, DIA bisa membuat bisnis kita ramai dan jualan kita laris manis, sehingga kita untung bertambah-tambah.
- Atau kadang juga, imbalan kita itu diberikan dengan cara yang aneh, unik, luar biasa tapi menyenangkan, seperti menemukan uang di pinggir jalan, mendapatkan hadiah selembar uang di dalam sabun mandi yang kita pakai, menang undian, dsb.
- Atau mungkin dengan mendapat diskon untuk pembelian yang kita lakukan, atau bunga 0% untuk pinjaman. Atau kemungkinan-kemungkinan lain yang tidak terhitung jumlahnya. (Sampai ada yang bilang bahwa Tuhan itu punya selera humor yang tinggi dan bahwa HE works in mysterious ways).
Nah sekarang coba Anda bayangkan kalau seluruh warga bangsa ini menerapkan ikhlas memberi di setiap saat, di setiap kesempatan. Berlomba-lomba mereka untuk saling memberi, berbagi dan mengasihi sesama. Maka bukankah Tuhan kemudian harus menciptakan cara untuk memakmurkan dan memajukan bangsa ini secara keseluruhan sehingga taraf hidup SEMUA warganya MENINGKAT?
Bukankah Tuhan kemudian harus menetapkan cara agar memungkinkan semua orang yang telah memberi tersebut mendapatkan imbalan berlipat ganda mereka?
Di sinilah bagaimana memberi bila diterapkan oleh semua orang pada akhirnya akan membawa keajaiban untuk kehidupan seluruh bangsa dan negara ini.
Memberi = Isyarat meminta tolong
Sekarang ini, memberi telah menjadi salah satu alat penolong utama saya dalam kehidupan sehari-hari, dalam semua kondisi.
Entah sedang banyak rejeki, atau, terlebih lagi, pada saat saya sedang bokek. Justru, pada saat saya membutuhkan bantuan, atau semakin saya dalam masalah gawat, dan semakin saya kehabisan uang, maka hal pertama yang harus saya lakukan adalah memberi.
Karena saya tahu, dengan memberi tersebut, saya telah menghidupkan sinyal atau alarm SOS kepada Tuhan untuk mengirimkan bantuan-NYA.
Jadi kalau Anda butuh uang banyak dalam waktu cepat, apa yang Anda bisa lakukan? Ya, betul, silahkan memberi.
Uang sejumlah sepuluh kali lipat pemberian Anda, akan segera menuju Anda.
Kalau Anda sedang dalam kesulitan, apa yang Anda lakukan? Ya, betul, memberi juga.
Maka pertolongan Sang Maha Kuasa akan segera menghampiri Anda.
Bila Anda beruntun terkena musibah dan masalah, apa jalan keluarnya? sekali lagi, betul. Silahkan membayarkan zakat Anda, memberi sedekah atau hadiah.
Maka nasib malang tadi akan segera berubah.
Insya'allah...
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di
malam dan siang hari...mereka mendapat pahala...dan Tidak ada kekhawatiran ... dan tidak pula mereka bersedih hati.
~ Q
ur'an: Al-Baqarah: 274 ~
Jumat, 28 September 2012
Testimoni "Dahsyatnya Sedekah"

Salah satu kenangan indah dari acara @Yusuf_Mansur di TV, adalah lahirnya seorang milyarder baru dari tengah-tengah pemirsa. IS, begitu inisialnya. Adalah seorang pedagang nasi di salah satu sudut kota, di Jawa Timur. Bersama istrinya, Ia menyaksikan acara saya. Saat itu, awal Januari 2007. IS dan istrinya mengikuti dengan seksama pembahasan Matematika Sedekah. “Siapa yg memberi 1, dibalas Allah 10x lipat.” Kata saya saat itu menyeru pemirsa. Lewat layar kaca, “Siapa yg percaya, keluarkan sekarang juga. Selasa besok ketemu saya lagi, begitu saya menyeru, dah akan diganti 10x lipat.” Acaranya saat itu, selasa sore. Namanya: Cerita Sore. Di antara jutaan pemirsa, ada IS dan istrinya. Di tangan mereka, ada dana 1 juta. IS melongo mendengar seruan ini. 1 juta jadi 10 juta? Ya, dia ga salah dengar. Siapa yang sedekah 1 akan dibalas 10 kali. Dan ini janji Allah. Jadi kalo dia punya 1 juta, ya jadi 10 juta. Kalimat “Selasa depan ketemu saya (di layar kaca), bakal diganti Allah 10x lipat” itu menggoda dia.
Bukannya apa-apa. Dari awal Januari 2006 s/d akhir Desember 2006, IS dan istrinya ngumpulin duit. Buat bayar kontrakan. 1,4 juta. Sayangnya, setahun “hanya” terkumpul 1 juta, masih kurang 400 ribu. Di kontrakan inilah warung nasinya berdiri. Pemilik kontrakan menolak menerima uang 1 juta. “Saya kasih waktu 2 bulan lagi. Bayar full saja nanti.” Dan itu berarti ada waktu s/d akhir Februari.Nah, di awal Januari 2007, lewat TV, IS dan istrinya mendengar seruan untuk bersedekah tadi.
“Bu, denger kata Ust Yusuf ?” ujar IS.
“Denger.” Kata istrinya.
“Ayo Bu… Kita sedekahin duit kita yg 1 juta ini… Nanti kita akan punya uang 8,6 juta…”
Ada yg tau, kenapa jadi 8,6 juta? Ya, sebab sedekah 1 juta jika diganti 10x lipat, akan jadi 10jt. Lalu untuk kontrakan 1,4 juta, masih ada sisa 8,6 juta. Hanya dalam sepekan akan berbalas. Bandingkan dengan tabunganya selama setahun (1 juta). Emang kalo pake sedekah, jadi QuantumSaving. Alhamdulillaah, istrinya MENOLAK ajakan IS ini, he he… “Ga ah… Itu kalo dibayar Allah… Kalo engga?” Di benak istrinya, sedekah 1 juta tabungan dia ini beresiko. Setahun ngumpulin 1 juta, masa sepekan jadi 10 juta.
Kata istrinya, “Kalo tadi kurang 400 ribu, ini kurangnya jadi balik lagi. Kurang 1,4 juta…”
Namun IS mendorong istrinya untuk percaya. “Bu… Ini Janji Allah. Bukan janjinya Yusuf Mansur.”
Kisah ini sampai ke tangan saya, akhir Desember-an 2007. Dibawa oleh seorang wartawan Surabaya, yang mengisahkan kisah IS ini.Wartawan ini bercerita tentang IS, sambil membawa undangan IS buat saya. Agar saya mau meresmikan pabrik yg dibangun IS.
“IS seorang pedagang nasi, yang di awal Januari 2007 ribut kecil sama istrinya soal keyakinan sedekah, bangun pabrik?” gumam saya.
Betul. Si wartawan ini terus berkisah. Pabrik itu nilainya 11 milyar!!! Subhaanallaah…
Awal Jan 2007, istri IS merelakan suaminya yang bersikeras untuk menyedekahkan seluruh uang yg mereka punya (1 juta itu tadi). Dengan resiko, ga dibayar Allah. Tapi besar hati IS. Ga mungkin Allah ga akan menunaikan Janji-Nya. IS dan istrinya, tunaikan sedekah. Selasa sore acara Cerita Sore di TV. Selasa malam uang itu tertunai. Habis. Rabu pagi IS nunggu Allah datang. Manaaaa nih Allah… Mana 10 juta yg dijanjikan-Nya??
Sampe sini, banyak orang yg tidak sependapat dengan Yusuf Mansur. “Tuh kaaaaannn… Orang jadi ngarepin balesan… Ga ikhlas…” Kalau Saya mah beda. Jika sebelumnya IS dan kita-kita ini, ga pernah berharap Allah datang. Ini berharap Allah untuk datang. Top kan?
Orang jg blg, “Tar kecewa loh, kalo nanti sedekah ga brbalas.” Laaaahhh, jajal aja beloman, darimana tahunya bakal kecewa??
IS menunggu dengan setia sampe Allah mau datang. Namun hingga selasa berikutnya saya nongol lagi di TV, Allah “ga datang”. Waktu Saya nongol di TV, istrinya bilang, “Tuh, ustadz Kamu… 1 juta jadi 10 juta. Seminggu… Mana…?” IS bingung… Tambah bingung karena materi saya di TV pekan kedua Januari, udah berubah. Udah ga bicara yang kemarenan lagi.
IS membesarkan hatinya dan hati istrinya. “Allah tau kali… Kita butuhnya akhir Februari… Masih ada 7 minggu…”
Pekan ke-3, pekan ke-4, IS menunggu Janji Allah datang. Hingga pekan ke-5. Januari berubah jadi Februari.
“Pak,” kata istrinya IS, “Coba gih, cari nomornya itu TV…”
“Untuk apa…?” Tanya IS.
“Minta nomornya Yusuf Mansur… Suruh dia tanggung jawab. Katanya sepekan. Ini udah 5 minggu. Belum ada tanda-tandanya Allah bakal ganti…”
Alhamdulillah, IS dan istrinya ga dapet tuh nmr saya,
Maret atau April 2008, di bandara Juanda Surabaya, saya dan istri saya bertemu dengan IS dan istrinya. Kisah ini sekarang keluar dari mereka.
Minggu ke-7, atau 1 minggu lagi jelang deadline bayar kontrakan, istrinya mengajak IS ke bapaknya. Untuk pinjam uang.
IS cerita ke saya dan istri saya, “Saya ga mau memenuhi permintaan istri saya pinjem ke mertua…”
“Bukannya apa. Mertua saya itu supir. Gajinya 600rb. Kayak apa beliau kalau tahu saya sedekah 1 juta. Trus sekarang saya mau pinjem uang ke beliau…”
IS memutuskan ga mau pinjam. Istrinya terus membujuk IS agar mau pinjam ke bapak mertuanya. “Kalau ga pinjam uang, nanti kita diusir Pak… Di sini ada warung kita.” kata istri IS. Dengan gagah IS bilang, “Biar aja diusir… Biar Allah tau… Gara-gara sedekah 1 juta, kita diusir…”
IS bilang ke istrinya di pekan ke-7 tersebut, “Bu, daripada kita mikirin kontrakan terus, kita keluar yuuuukkk… Kita cari rumah di sekitar sini yang mau dijual. Kita beli. Tar kalo kita diusir dari kontrakan kita, kita pindah ke rumah yang kita beli itu”
Istrinya IS cerita ke saya, “Ya Allah Ustadz… Saya sedih… Kok suami saya jadi begini..
Istrinya tak menduga, kalo IS benar-benar nawar 1 rumah. Di depan sebuah rumah mewah, IS dan istrinya berdiri… “Assalamu’alaikum… Betul rumah ini dijual?” Pemilik rumah melihat mereka berdua. Wajah di pekan ke-7 itu, lusuh. Wajah kontrakan. Wajah yang sepekan lg diusir.
“Betul,” kata pemilik rumah. “Buat siapa?”
IS menjawab, “Buat kami…”. Disuruh masuklah mereka berdua. Istrinya ga mau. Percuma. Ga bakal kebeli. Namun IS tetap masuk. Mau ga mau istrinya ikut.
“Berapa duit ni rumah Pak…?”
“700 juta…”
Ketika ngedenger ini rumah 700 juta, JELEGGGEEEERRRR…!!! Istrinya IS kontan mau bangun… Mau pulang aja. Tapi IS malah nawar… “Kalo 500 juta gimana…?” Istri IS terperanjat… 500 juta…? Uang darimana…???
“Kalo segitu ga bisa. Udah ada yg nawar lebih…”.
“Kalo 600 juta…?” tawar IS lagi.
“Kalo 600 juta, boleh. Kapan Bapak mau kasih tanda jadi?”
“Ga pake tanda2 jadian. Nanti saya ke sini aja, 2 bulan lagi…” kata IS meyakinkan.
“Ya ga bisa Pak kalo ga ada Tanda Jadi.”
IS meyakinkan pemilik rumah bahwa dia bakal balik lagi. “InsyaAllah…!!!”, katanya mantab.
“Kalo gitu, saya minta nomor hp bapak dah…”
“Saya ga ada HP…”, jawab IS. Pemilik ini heran. Tanda jadi ga ada, HP juga ga ada. Ya sudah…
Kalau pemilik rumah heran. Istrinya IS lebih heran lagi!!! Guendeng nih suamiku… Pake nawar 600 juta, janji 2 bulan lagi…!!!
Di depan rumah ini, istrinya IS nyubit suaminya, “1,4 juta aja ga punya… Pake nawar rumah orang 600 juta. Ngejanjiin 2 bulan lagi.”
IS bilang, “Bu, kita kan dijanjiin sama Allah, akan dibayarin 10x lipat dalam waktu seminggu. Ini udah 7 minggu Bu…”
“Kalo nanti dibayar sama Allah akhir Februari ini, tapi masih 10x lipat, jangan mau. Bapak mau bilang sama Allah, bayar Bapak 700x lipat saja. Nanti nih Bu, kalau dibayar sama Allah 700x lipat, kita bayar dah rumah ini 600 juta. Sisanya buat ngegedein warung kita…”
“Bapak malam ini mau bangun malam. Mau bilang sama Allah, urusan kontrakan urusan Bapak saja. Urusan Allah yang 700x lipat. Dan Bapak mau ngasih waktu lagi sama Allah. Bayar Bapak 2 bulan lagi!”. Istrinya IS bertambah bengongnya…
Alhamdulillaah, Allah emang ga pernah menyia-nyiakan amal hamba-Nya. Pekan ke-8, IS dan istrinya, DIUSIR… Ya, diusir dari kontrakan. Sampe akhir Februari, sesuai deadline, IS ga punya duit 1,4 juta untuk bayar kontrakan. Alhamdulillaah, akhirnya IS dan istrinya dengan sukses diusir.
Kalo ceritanya berhenti sampe sini, menanglah mereka yang menganggap bahwa ga boleh berharap sama Allah, sebab pasti kecewa. Sebagiannya lagi akan mengutuk saya, sudah membuat satu keluarga jadi berantakan usahanya. Tadinya punya warung, sekarang malah terusir.
Tapi cerita terus bergulir…
IS dan istrinya pindah ke pasar pengungsi. Di Jawa Timur kala itu sedang ada 1 musibah nasional. Ada begitu banyak pengungsi. IS buka warung di sana. Ga ada yang menyangka, kisah saksesnya berawal dari sini. Beberapa wkt kemudian, ada yang nawarin untuk menangani katering bagi pengungsi. Dibawalah IS ke pimpronya. Dan diputuskan IS yang ngelola katering untuk pengungsi
“Sanggup Bapak ngelola?” Dijawab IS, “Sanggup. Asal dananya di depan.” “Ya. Di depan.”
IS nanya, “Berapa pengungsi yang mesti saya siapkan makanannya?”
“16 ribu pengungsi…”.
IS cerita di hadapan kami-kami, saat beliau jadi tamu kehormatan di launching pondok dan MDN (Majelis Dhuha Nasional) 14 Juni 2008, “Saya mau pingsan…” ujarnya.
“Ngedengerin 16 ribu pengungsi yang kudu disiapin makan, saya mau pingsan rasanya…. Belom pernah saya bikin sebanyak itu.. Apalagi pimpro ini mengatakan, “3x makan. Pagi, siang, malam. 48 ribu bungkus untuk sehari”
Jreng jreng jreng… Sedekah IS dan istrinya was working..
2 bulan nanganin katering tersebut, cash on hand, 1 Milyar rupiah. Subhaanallaah… Dia bisa bayar itu rumah 600 juta. Persis 2 bulan kurang lebihnya dari apa yang ia janjikan kepada si pemilik rumah. Allah Bercanda sama 2 hamba-Nya ini.
100 jutanya dipake buat ngegedein warungnya. Persis seperti apa yg ia katakan sama istrinya 2 bulan yang lalu. Yang membedakan IS dengan kita adalah, IS pas dpt 1000x lipat bilang “Saya minta kan 700x lipat. Jadi, yang 300x lipat bukan milik kami.” Sedekah awal Januari, berbuah April. April, IS dan istrinya sedekah kurang lebih 300 juta. Merdeka tuh. Karena banyak, jadi macem-macem sedekahnya.
Sedekah 300 juta di April, berbuah kontrak senilai 38 Milyar untuk kontrak katering sepanjang 2008. Karena itulah dia membangun pabrik senilai 11 Milyar untuk menangani proyek itu. Subhaanallaah……
Kurang Sedekah, Musibah Beruntun
Divonis jantung, Dessi Zailina (37) cuek saja.
Ia tidak terlalu serius oleh diagnosa dokter. Ia pun tetap melakukan
aktivitas.Padahal saat divonis, ia sedang hamil enam bulan. Ia tetap
keluar rumah, beraktivitas. Akibatnya fatal, Dessi mengalami sesak
nafas. Terpaksa ia menemui dokter lagi. Dokter pun merekomendasi supaya
ke Spesialis Jantung. “ Jantung ibu bocor! ” ujar dokter. Ia pun dirujuk
ke RS Jantung Harapan Kita, Jakarta.
Dessi
bukannya nurut, malah minta pulang kampung ke Palembang, untuk ziarah
ke orang tua suaminya, Mazrul Jamal (39). Bukannya naik pesawat, Dessi
sama suami melalui jalan darat. Usai ziarah kubur, Dessi pun kembali
sesak nafas. Pulang ke Jakarta, pembantu masih mudik. Makin capeklah
Dessi. Tetapi dasar bandel, Dessi masih mau mengantar anaknya piknik ke
Bandung. Sebagai akibatnya, balik ke Jakarta, sampai di rumah Dessi
langsung lumpuh. Kaki kirinya tidak bisa digerakkan. Ke kamar mandi pun
Dessi harus merangkak. Suami yang sedang di luar ditelepon,” Mah,
mungkin itu karena asam urat tinggi,” simpul suami. Yang benar, kata
dokter, efek dari jantung bocor!
Merasa
sudah gawat, Dessi minta dirawat inap di klinik. Saat itu, bulan
Nopember. Menurut dokter kandungan, Dessi akan melahirkan Desember. Pada
hari ke-empat di klinik, Dessi anfal, sesak nafas hebat. “Saya sudah
bilang ke suami, saya sudah nggak kuat, saya nggak kuat,” tuturnya.
Esok
paginya, Dessi batuk darah. Tanggal 27 Nopember 2007, Dessi baru nurut
masuk Harapan Kita. Di UGD dokter kebingungan. Sudah keadaan hamil tua,
jantung bocor lagi! Tim dokter memutuskan, janin harus dikeluarkan.
Resikonya sangat mengerikan: kematian salah satu dari keduanya, atau
kedua-duanya!
“Alhamdulillah,
resiko itu tidak sampai terjadi. Anak ke-empat saya lahir dengan bobot
2,2kilo,” tutur Dessi yang tinggal di Komplek Delta Mas, Cikarang.
Derita
belum usai. Dua minggu setelah melahirkan, Dessi harus operasi jantung.
Untungnya operasi lancar. Tetapi masa penyembuhannya, enam bulan.
Biayanya? Hanya rumah yang tersisa. Mobil, tabungan, dan sebagainya
amblas! “Pokoknya habis-habisan deh,” papar Dessi.
Masih
belum cukup, selama Dessi dirawat, suami harus menunggu. Hasilnya,
pegawai swasta itu pun dipecat. Perusahaan tidak mau tahu. Satu bulan
absen, tidak ada toleransi: out! Apalagi ini bakal absen berbulan-bulan.
Apakah
yang menyebabkan Dessi selamat menjalani proses yang menakutkan itu?
Persalinan lancar, operasi jantung lancar? Dessi masih ingat anak yang
sulung Aldi Perdana Ramadhan, saat itu masih kelas empat SD,
mengingatkan bahwa apa yang terjadi pada ibunya karena satu hal yaitu:
kurang sedekah. “Anak saya bilang, waktu itu saya masih terbaring lemah
di RS, Mah mungkin Mamah kurang sedekah kali, Mah.” Saya agak tersentak,
tapi saya menjawab, iya mungkin Mamah kurang sedekah.” Dessi akui saat
itu tak terlalu serius menanggapi anaknya.
Tapi
lama kelamaan, Dessi berpikir mungkin benar peringatan anaknya.
“Mungkin memang kuncinya pada sedekah. Musibah beruntun ini karena saya
dan suami kurang sedekah.” Ia pun menyampaikan hal itu ke suami. Alhamdulilah,
suami tanggap. Ia pun segera memesan nasi kotak 130 buah. Nasi kotak
itu dikirim kepanti asuhan milik temannya. Tak lupa, Dessi menulis surat
untuk anak-anak yatim. “Saya minta didoakan supaya operasi jantung saya
lancar.” Dan memang, operasi jantung Dessi lancar. Padahal ia baru
melahirkan ‘paksa’ anaknya, yang harusnya lahir sebulan lagi itu.
Setelah
semua tuntas, tuntas pula harta untuk biaya operasi. Suami pun
kehilangan pekerjaan. Dengan sisa tabungan, Jamal suami Dessi membuka
bengkel.
Ada
yang mengherankan. Berkali-kali Aldi anaknya mengingatkan supaya jangan
lupa sedekah. Dessi dan Jamal pun tiap bulan antar beras 50-100
kilogram ke panti asuhan milik temannya. Hasilnya, “Usaha suami saya
lancar.” mobil dan tabungan yang habis, kini diganti Allah SWT dengan
yang baru: “Kami memperoleh mobil itu Agustus 2008, walau nyicil membayarnya,” tutur Dessi.
Akhirul kisah, Dessi bersama suami Umroh, via Biro Haji & Umroh Wisata Hati.
Kaget juga Ustadz Yusuf Mansur mendengar kisah Dessi saat mereka bertemu di Madinah, 9 Juni 2009. “Subhanallah,
Mah..ternyata ada yang lebih parah dari kita. Tetapi mereka, dengan
barakah sedekah, selamat dari kebangkrutan,” tutur Dessi mengingat
kata-kata Ustadz Yusuf. Yang lebih surprise lagi bagi Ustadz Yusuf,
peringatan Allah melalui mulut anak Dessi sendiri yang baru kelas empat
SD.
Sejak
saat itu, Dessi dan suaminya, rajin bersedekah. Anaknya, Aldi, juga tak
pernah lupa mengingatkan jika mama atau papanya lupa bersedekah. Di
sekolah, Aldi memang diajarkan rutin bersedekah oleh gurunya. Misalnya,
tiap Jumat ada Infak ke Surga, dalam bentuk sedekah beras atau
uang. Bahkan ada kupon sedekah yang nilai per kupon Rp.5000. Kebiasaan
sedekah ini, melekat erat di benak Aldi. Ibu Dessi dan suami, patut
bersyukur pada Allah mempunyai anak sholih macam Aldi, dan tak lupa
berterima kasih kepada sekolah tempat Aldi belajar, yang mendidik Aldi minded dengan amal sedekah itu. [ApikoJM]
Sebenarnya tidak sulit untuk memotong jalur seperti itu walau dalam keadaan jalan yang agak macet, tapi pacar saya tidak lebih hati-hati untuk melihat situasi, jadilah dia menyerempet mobil orang. Pintu kanan mobil pacar saya pun bengkok cukup parah dan sangat terlihat pada pintu belakangnya, sedangkan mobil yang diserempet cuma lecet.
Berdebat-berdebat antar kedua pemilik mobil jauh di luar sana, entah mereka nego apaan saya nggak ngerti karena saya nungguin di dalam mobil :arrow: abisnya bingung. Akhirnya pacar saya masuk ke mobil dan meminjam uang saya untuk ganti rugi pada orang yang diserempet :| nasib..
Akhirnya saya mengambil uang di ATM dan memberikannya (meminjamkan :lol: ) pada pacar saya. Setelah pacar saya pergi untuk memberikan uang tersebut pada orang-yang mobilnya diserempet- itu, ada seorang ibu-ibu menghampiri saya. Ibu itu meminta saya untuk memberikan sumbangan untuk panti asuhan yang dikelola suatu yayasan. Saya pertamanya bingung, ini kena lagi kena susah kenapa ada orang minta sumbangan:?: Dan tiba-tiba saya pun teringat cerita guru les saya dulu, kalau dia pernah mendapat berkah dengan bersedekah disaat susah. Akhirnya saya menyumbang Rp5.000 atas nama pacar saya.
Sekitar 5 menit setelah ibu itu pergi, pacar saya pun kembali dengan wajah stress. Permasalahan antar pemilik mobil memang sudah selesai, tapi permasalahan pacar saya belum selesai karena mobil itu bukan benar-benar milik dia tapi punya mamanya. Makanya dia pun stress membayangkan mamanya yang memarahi dia nantinya. Saya pun berusaha menenangkan walau dia masih aja stress. :lol:
Esoknya saya menanyakan pada pacar saya apakah dia sudah dimarahi atau belum. Pacar saya malah tertawa dengan aneh karena ternyata orang rumahnya termasuk mamanya nggak ada yang sadar kalau pintu belakang ada yang bengkok! Saya bingung dan bertambah bingung karena pacar saya bilang mobilnya saat itu sedang dibawa mamanya pergi ke puncak bersama papanya. Alhasil pacar saya tidak jadi stress dan malah bingung kenapa tidak ada yang sadar. Sekitar 2 hari kemudian, mamanya sudah pulang dan saya kembali menanyakan bagaimana akhirnya pada pacar saya lewat telepon. Pacar saya kembali tertawa karena ternyata mamanya belum sadar juga. Saya pun ikutan bingung.
3 hari kemudian barulah bengkok mobil itu ketahuan. Saya mengetahuinya ketika saya menanyakan pada pacar saya lagi. Dan dia pun tidak dimarahi seperti bayangan dia sebelumnya. Mamanya hanya mengomel sebentar dan berlalu layaknya tidak ada kejadian apa-apa.
Saya takjub, :shock: , dan bertanya-tanya kenapa bisa seperti itu. Padahal bengkok mobil itu bisa terlihat walau dari jauh sekalipun. Tapi kenapa bisa nggak ketahuan selama 5 hari?
5 hari? Akhirnya saya mengingat-ingat kembali kalau saya menyumbangkan uang Rp5.000 pada ibu-ibu yayasan panti asuhan pada hari kejadian 5 hari sebelumnya. Saya berpikir, apakah itu kekuatan dari jumlah yang saya sumbangkan atas nama pacar saya? Atau hanya kebetulan belaka? Entahlah, memang cepat atau lambat pintu yang bengkok itu akan ketahuan juga, tapi saya rasa ketidaksadaran itu bukan kebetulan ;) . Mungkin itu memang kekuatan dari sedekah itu sehingga menutup mata orang rumah pacar saya untuk menyadari akan bengkoknya pintu. Saya jadi berpikir kalau saya waktu itu nyumbang Rp50.000, mungkin tidak akan ketahuan 10 hari kali ya…. :lol:
Yah, dari sini saya mendapat hikmah dari sini, bahwa di saat susah sekalipun jangan pernah tinggalkan sedekah. Karena sedekah akan membawa keberuntungan dan berkah. ;)
Dengan
lemas, guru saya pulang dengan jalan kaki. Karena jika dia naik
kendaraan, berarti dia tidak makan nanti sorenya, karena uang yang ada
di saku cuma cukup untuk sekali makan. Saat berjalan pulang, dia bertemu
dengan nenek tua yang kelaparan. Dia kasihan. Dengan mengucap bismillah
dia memberikan uang terakhirnya untuk nenek tersebut. Dia berkeyakinan,
Allah pasti akan menolong dia saat dia lapar nanti, karena saat ini
yang paling membutuhkan adalah nenek tua tersebut.
Rupanya harapan guru saya langsung dikabulkan Allah. Baru beberapa langkah, dia menemukan uang di pinggir jalan yang cukup untuk dia makan selama satu bulan. Beberapa hari kemudian, pak pejabat menitip kabar pada kawannya untuk segera ke rumah mengambil honor mengajar ngaji. Pak pejabat memberikan 3 kali lipat honor ngaji guru saya karena dia baru mendapatkan rejeki. Bukan hanya itu, pak pejabat itu juga memberi referensi untuk mengajar ngaji di tempat temannya yang lain.
Dengan berlinang air mata, guru saya berucap itulah balasan sedekah yang diberikan oleh Allah pada umatnya yang benar-benar ikhlas. Dia mengingatkan pada kami sekelas untuk senantiasa bersedekah, karena bisa membersihkan harta dan selalu dekat denganNya. Hikmah dari kejadian ini adalah, dengan keiklasan dan keyakinan akan pertolonganNya, serta doa yang tiada henti, pasti rejeki akan mengalir seperti air dalam kehidupan kita. Terakhir saya dengar sekitar tahun 1996, guru agama saya tersebut sedang mencari tanah untuk mendirikan pondok pesantren.Semoga guru saya tetap sehat walafiat dan selalu diberi rahmat dan hidayahNya. Saya tidak tahu di mana sekarang dia mengajar, sebab saat saya kekas 3 SMA dia pindah mengajar ke kota lain.
Sedekah 10 Ribu Dibalas 10 Juta (Kisah Nyata)
Kisah ini dialami oleh teman baik saya
saat bulan Ramadhan kemarin. Sebuah kisah yang membuka mata hati saya,
karena saya tahu prosesnya dari awal hingga balasan sedekah itu
diterima. Kini kisah ini saya bagikan pada anda, semoga bermanfaat dan
menambah semangat kita untuk selalu bersedekah walau dalam kesempitan
atau dirundung masalah…..
Teman saya
saat bulan Ramadhan kemarin baru satu bulan pindah dari pekerjaan
lamanya. Dia memilih menjadi marketing properti di salah satu perusahaan
pengembang perumahan. Hampir 2 bulan bekerja, teman saya belum bisa
menjual satu pun rumah di perusahaan tersebut. Padahal tiap bulan dia
mendapat gaji yang lumayan, hal inilah yang membuat dia tidak enak.
Ditengah keputusasaan tersebut, dia
ingat akan kekuatan sedekah. Akhirnya dia berniat menyedekahkan hartanya
untuk mengatasi permasalahan hidupnya. Dia menyedekahkan uang Rp.
10.000,- untuk panti asuhan dengan harapan Allah mau melancarkan
pekerjaannya.
Sungguh diluar dugaan, dalam kurun waktu
1 jam saja, Allah memberi kelancaran bagi pekerjaannya. Dia bisa
menjual 4 rumah sekaligus hari itu. Dengan nilai komisi…. 10 juta..!!
Silahkan dihitung berapa kali lipat Allah membalas sedekah dia.
Mengapa balasannya sangat besar? Karena
uang 10 ribu waktu itu, sangat berarti bagi teman saya. Anda tahu berapa
uang yang dia miliki saat menyedekahkan 10 ribu tersebut? Uang yang
dimiliki di dompetnya tidak lebih dari 20 ribu. Dia hanya menyisakan
uang bensin untuk pulang ke rumah.
Ini sangat berhubungan dengan artikel
sedekah ekstrem yang pernah saya tulis. Saat kita punya keyakinan tinggi
akan kekuatan sedekah, Allah akan benar-benar membuktikannya pada anda.
Saat anda yakin Allah akan menolong lewat sedekah anda, Allah akan
bener-benar menolong “SAAT ITU JUGA” seperti yang dialami teman saya.
Semoga kisah ini bermanfaat, sukses untuk anda…..
keajaiban sedekah uang Rp5000
Saya
lupa tepatnya tanggal berapa di mana dan jam berapa, tapi yang pasti
itu jam setelah maghrib dan di daerah rawamangun, Jakarta ;)
Waktu
itu saya sedang mencari ATM (Anjungan Teller Mandiri) Bank Mandiri,
bersama pacar saya dia yang menyetir mobil. Kebetulan ATM itu berada di
tempat yang mengharuskan memotong jalur lawan arah, kira-kira begini
deh…Sebenarnya tidak sulit untuk memotong jalur seperti itu walau dalam keadaan jalan yang agak macet, tapi pacar saya tidak lebih hati-hati untuk melihat situasi, jadilah dia menyerempet mobil orang. Pintu kanan mobil pacar saya pun bengkok cukup parah dan sangat terlihat pada pintu belakangnya, sedangkan mobil yang diserempet cuma lecet.
Berdebat-berdebat antar kedua pemilik mobil jauh di luar sana, entah mereka nego apaan saya nggak ngerti karena saya nungguin di dalam mobil :arrow: abisnya bingung. Akhirnya pacar saya masuk ke mobil dan meminjam uang saya untuk ganti rugi pada orang yang diserempet :| nasib..
Akhirnya saya mengambil uang di ATM dan memberikannya (meminjamkan :lol: ) pada pacar saya. Setelah pacar saya pergi untuk memberikan uang tersebut pada orang-yang mobilnya diserempet- itu, ada seorang ibu-ibu menghampiri saya. Ibu itu meminta saya untuk memberikan sumbangan untuk panti asuhan yang dikelola suatu yayasan. Saya pertamanya bingung, ini kena lagi kena susah kenapa ada orang minta sumbangan:?: Dan tiba-tiba saya pun teringat cerita guru les saya dulu, kalau dia pernah mendapat berkah dengan bersedekah disaat susah. Akhirnya saya menyumbang Rp5.000 atas nama pacar saya.
Sekitar 5 menit setelah ibu itu pergi, pacar saya pun kembali dengan wajah stress. Permasalahan antar pemilik mobil memang sudah selesai, tapi permasalahan pacar saya belum selesai karena mobil itu bukan benar-benar milik dia tapi punya mamanya. Makanya dia pun stress membayangkan mamanya yang memarahi dia nantinya. Saya pun berusaha menenangkan walau dia masih aja stress. :lol:
Esoknya saya menanyakan pada pacar saya apakah dia sudah dimarahi atau belum. Pacar saya malah tertawa dengan aneh karena ternyata orang rumahnya termasuk mamanya nggak ada yang sadar kalau pintu belakang ada yang bengkok! Saya bingung dan bertambah bingung karena pacar saya bilang mobilnya saat itu sedang dibawa mamanya pergi ke puncak bersama papanya. Alhasil pacar saya tidak jadi stress dan malah bingung kenapa tidak ada yang sadar. Sekitar 2 hari kemudian, mamanya sudah pulang dan saya kembali menanyakan bagaimana akhirnya pada pacar saya lewat telepon. Pacar saya kembali tertawa karena ternyata mamanya belum sadar juga. Saya pun ikutan bingung.
3 hari kemudian barulah bengkok mobil itu ketahuan. Saya mengetahuinya ketika saya menanyakan pada pacar saya lagi. Dan dia pun tidak dimarahi seperti bayangan dia sebelumnya. Mamanya hanya mengomel sebentar dan berlalu layaknya tidak ada kejadian apa-apa.
Saya takjub, :shock: , dan bertanya-tanya kenapa bisa seperti itu. Padahal bengkok mobil itu bisa terlihat walau dari jauh sekalipun. Tapi kenapa bisa nggak ketahuan selama 5 hari?
5 hari? Akhirnya saya mengingat-ingat kembali kalau saya menyumbangkan uang Rp5.000 pada ibu-ibu yayasan panti asuhan pada hari kejadian 5 hari sebelumnya. Saya berpikir, apakah itu kekuatan dari jumlah yang saya sumbangkan atas nama pacar saya? Atau hanya kebetulan belaka? Entahlah, memang cepat atau lambat pintu yang bengkok itu akan ketahuan juga, tapi saya rasa ketidaksadaran itu bukan kebetulan ;) . Mungkin itu memang kekuatan dari sedekah itu sehingga menutup mata orang rumah pacar saya untuk menyadari akan bengkoknya pintu. Saya jadi berpikir kalau saya waktu itu nyumbang Rp50.000, mungkin tidak akan ketahuan 10 hari kali ya…. :lol:
Yah, dari sini saya mendapat hikmah dari sini, bahwa di saat susah sekalipun jangan pernah tinggalkan sedekah. Karena sedekah akan membawa keberuntungan dan berkah. ;)
Inspirasi Sedekah : Sedekah Uang Terakhir
Cerita
ini dialami oleh guru agama saya. Saya ingat betul dia menceritakan
kisah ini saat dia mengajar mata pelajaran agama Islam di kelas saya
(SMA) sekitar tahun 1992. Cerita ini tidak pernah saya lupakan karena
inilah cerita pertama yang saya dengar tentang balasan nyata sebuah
sedekah. Guru
agama saya sewaktu masih kuliah, hidupnya sangat pas-pasan. Untuk makan
harus dicukup-cukupkan agar dia bisa membayar biaya kuliah dan tempat
kos. Maklum, orang tuanya di kampung adalah keluarga yang sederhana.
Karena tekad yang kuatlah guru agama saya berani meneruskan kuliah agar
dia bisa menjadi seorang sarjana agama Islam waktu itu. Modal utama dia
hanyalah keyakinan bahwa Allah pasti akan menolong umatnya yang memang
berniat ingin berjuang di jalan Islam.
Memang
benar, keyakinan itu terjawab. Banyak sekali rejeki dari mengajar ngaji
panggilan yang dia dapatkan selama kuliah. Bayaran yang dia terima
besar karena rata-rata yang memakai jasa dia adalah orang-orang kaya.Suatu
ketika, guru saya kehabisan uang. Di saku celananya hanya tersisa uang
untuk sekali makan dan naik kendaraan ke salah satu muridnya. Hari itu
adalah jadwal mengajar di salah satu anak pejabat dan biasanya tanggal
itu waktunya orang tuanya ngasih amplop untuk jasa mengajar dia.
Setibanya di rumah muridnya, dia hanya ditemui pembantu sang pejabat
yang mengatakan semua keluarga ke luar kota karena ada sesuatu yang
sangat penting.
Rupanya harapan guru saya langsung dikabulkan Allah. Baru beberapa langkah, dia menemukan uang di pinggir jalan yang cukup untuk dia makan selama satu bulan. Beberapa hari kemudian, pak pejabat menitip kabar pada kawannya untuk segera ke rumah mengambil honor mengajar ngaji. Pak pejabat memberikan 3 kali lipat honor ngaji guru saya karena dia baru mendapatkan rejeki. Bukan hanya itu, pak pejabat itu juga memberi referensi untuk mengajar ngaji di tempat temannya yang lain.
Dengan berlinang air mata, guru saya berucap itulah balasan sedekah yang diberikan oleh Allah pada umatnya yang benar-benar ikhlas. Dia mengingatkan pada kami sekelas untuk senantiasa bersedekah, karena bisa membersihkan harta dan selalu dekat denganNya. Hikmah dari kejadian ini adalah, dengan keiklasan dan keyakinan akan pertolonganNya, serta doa yang tiada henti, pasti rejeki akan mengalir seperti air dalam kehidupan kita. Terakhir saya dengar sekitar tahun 1996, guru agama saya tersebut sedang mencari tanah untuk mendirikan pondok pesantren.Semoga guru saya tetap sehat walafiat dan selalu diberi rahmat dan hidayahNya. Saya tidak tahu di mana sekarang dia mengajar, sebab saat saya kekas 3 SMA dia pindah mengajar ke kota lain.
Dahsyatnya Sedekah
| Dahsyatnya Sedekah |
Dimanakah
letak kedahsyatan hamba-hamba Allah yang bersedekah? Dikisahkan dalam
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut
:Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah
pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya,
ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat
terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka
bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat
dari pada gunung?"Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa
gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh
buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).Para malaikat pun
kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang
lebih kuat dari pada besi?"Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu
api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah
dibakar bara api).
Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?".Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan adam jika disiram oleh air)."Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para malaikta. Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.Karenanya, tidak usah heran, seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan.
Apalagi
kedahsyatan seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas? Pada suatu
hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru
kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya
kemudian bercerita mengenai sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya
ketika pulang kampung dengan naik bis antar kota beberapa hari
sebelumnya. Di tengah perjalanan bis yang ditumpanginya terkena musibah,
bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat.
Bahkan para penumpang yang duduk di kurs-kursi di dekatnya meninggal
seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya
dua orang yang selamat, bahkan tidak terluka sedikit pun. Mereka itu, ya
kedua akhwat itulah. Keduanya mengisahkan kejadian tersebut dengan
menangis tersedu-sedu penuh syukur.Mengapa mereka ditakdirkan Allah
selamat tidak kurang suatu apa? Menurut pengakuan keduanya, ada dua
amalan yang dikerjakan keduanya ketika itu, yakni ketika hendak
berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam
perjalanan selalu melafazkan zikir. Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi,
bahwa inilah sebagian dari fadhilah (keutamaan) bersedekah. Allah pasti
menurunkan balasannya disaat-saat sangat dibutuhkan dengan jalan yang
tidak pernah disangka-sangka.Allah Azza wa Jalla adalah Zat yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita
yang pada hampir setiap desah nafas selalu membangkang terhadap
perintah-Nya pada hampir setiap gerak-gerik kita tercermin amalan yang
dilarang-Nya, toh Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada
terkira.
Dari pengalaman kongkrit kedua akhwat ataupun kutipan hadits seperti diuraikan di atas, dengan penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya.
Inilah barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan infaq dan sedekah. Apalagi pada saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui," demikian firman-Nya (QS. Al-Baqarah [2] : 261).Seruan Rasulullah itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, "Ya, Rasulullah. Harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah.""Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan," jawab Rasulullah.Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. "Ya, Rasulullah. Saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya," ujarnya. Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam. Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah tersebut? Ini tiada lain karena yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Medan perang adalah medan pertaruhan antara hidup dan mati. Kendati begitu para sahabat tidak ada yang mendambakan mati syahid di medan perang, karena mereka yakin apapun yang terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka. Sekiranya gugur di tangan musuh, surga Jannatu na
Rabu, 19 September 2012
Nikmatnya Sedekah
Misalkan gaji anda hanya Rp.1 juta, sedangkan kebutuhan mencapai Rp.3 juta, bagaimana cara menutupnya dengan sedekah? Taruhlah setelah mendapat pencerahan, anda berniat sedekah sesuai anjuran agama, sekitar 2,5% dari penghasilan. Berarti sedekah anda 2,5% x Rp.1 juta = Rp.25.000,-. Secara fisik, uang anda berkurang (Rp.1 juta – Rp.25.000,-) menjadi Rp.975.000,-, namun secara metafisik uang anda sebenarnya Rp.975.000,-+Rp.250.000,- (Allah menjanjikan setiap sedekah minimal dikalikan 10) = Rp.1,25 juta. Jauh dibawah kebutuhan, ’kan? Bagaimana jika sedekah dinaikkan menjadi 10%? Hitung sendiri detailnya, tetapi paling-paling anda hanya mendapat Rp.1,9 juta. Tetap jauh panggang dari api. Nah, agar sedekah itu mentok, titk tolaknya bukan dari pendapatan, tetapi kebutuhan. Jadi, jika anda bersedekah 10% (10%x 3juta= Rp.300.000,-), “balasannya” kira-kira Rp.700.000,- (sisa gaji) + Rp.3 juta (sedekah dikalikan 10) = Rp.3,7 juta. Sudah melewati target? Pasti!
(Ustad Yusuf Mansyur; INTISARI, Oktober 2006)
Kesimpulan :
Agama Islam memberlakukan 3 jenis zakat sebagai manifestasi dari anjuran tersebut :
1. Zakat harta, setahun sekali sebesar 2,5 % dari jumlah harta.
2. Zakat penghasilan, perkebunan, perniagaan dan lain-lain sebesar 2,5 % dari penghasilan perbulan.
3. Zakat fitrah, 2,5 kg beras perjiwa setiap tahun
BAHAGIA :
- Kalau kau ingin bahagia 1 (satu ) jam maka tidur sianglah.
- Kalau ingin bahagia 1 ( satu ) hari maka pergilah memancing.
- Kalau kau ingin bahagia 1 (satu) bulan maka kawinlah.
- Kalau kau ingin bahagia 1 ( satu ) tahun maka warisi harta orang tua.
- Kalau kau ingin bahagia selama-lamanya maka bantulah orang lain.
HIDUPLAH DENGAN :
1. BER-IBADAT sebagaimana Nabi/Rasul beribadat.
2. BER-PRINSIP dalam hidup sebagai PENGABDI.
3. BER-ABDI dalam mental sebagai PEJUANG.
4. BER-JUANG dalam kegigihan dan ketabahan sebagai PRAJURIT.
5. BERKARYA dalam Pembangunan sebagai PEMILIK.
Kesimpulan :
Agama Islam memberlakukan 3 jenis zakat sebagai manifestasi dari anjuran tersebut :
1. Zakat harta, setahun sekali sebesar 2,5 % dari jumlah harta.
2. Zakat penghasilan, perkebunan, perniagaan dan lain-lain sebesar 2,5 % dari penghasilan perbulan.
3. Zakat fitrah, 2,5 kg beras perjiwa setiap tahun
BAHAGIA :
- Kalau kau ingin bahagia 1 (satu ) jam maka tidur sianglah.
- Kalau ingin bahagia 1 ( satu ) hari maka pergilah memancing.
- Kalau kau ingin bahagia 1 (satu) bulan maka kawinlah.
- Kalau kau ingin bahagia 1 ( satu ) tahun maka warisi harta orang tua.
- Kalau kau ingin bahagia selama-lamanya maka bantulah orang lain.
HIDUPLAH DENGAN :
1. BER-IBADAT sebagaimana Nabi/Rasul beribadat.
2. BER-PRINSIP dalam hidup sebagai PENGABDI.
3. BER-ABDI dalam mental sebagai PEJUANG.
4. BER-JUANG dalam kegigihan dan ketabahan sebagai PRAJURIT.
5. BERKARYA dalam Pembangunan sebagai PEMILIK.
Langganan:
Postingan (Atom)